Kupas Tajam Antropologi bersama Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.
Nama : Harlin Sinaga
Nim : 213300050014
FAKULTAS ILMU HUKUM MPU TANTULAR
Halo Teman - Teman Salam sehat bagi kita semua. saya sebagai mahasiswa fakultas ilmu hukum yang sedang mempelajari ilmu antropologi,Sebagai bidang ilmu mata kuliah yang wajib.
Disini ada beberapa pembahasan yg Terkait dengan ilmu Antropologi,
berikut definisi konsep dari ilmu antropologi berikut ringkasan dan uraiannya.
Pengertian Antropologi
Berasal dari Bahasa Yunani antropos, yang artinya “manusia atau orang”, dan logos yang artinya studi (ilmu). Jadi Antropologi merupakan disiplin yang mempelajari manusia berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti – hentinya. Mempelajari manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk biologis.
Antropologi memiliki kemiripan dengan Sosiologi bila Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, dalam arti kata kesatuan masyarakat yang tinggal di daerah yang sama. Dengan kata lain, Sosiologi lebih menitikberatkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.
MENURUT PARA AHLI
William A. Haviland.
Antropologi merupakan suatu studi tentang manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manuusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
David Hunter
Antropologi merupakan suatu ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang manusia.
Koentjaraningrat
Antropologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Antropologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI
Terbagi Menjadi 2 (dua)
Antropologi Fisik
Mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis (spesies).
Antropologi Budaya
Memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat. Menurut Haviland, cabang Antropolgi Budaya ini terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu Arkeologi, Antropologi Linguistik dan Etnologi. Antropologi Budaya juga merupakan suatu studi tentang praktik – praktik sosial bentuk – bentuk ekspresif serta penggunaan bahasa, yang mana makna yang diciptakan diuji sebelum digunakan oleh masyarakat manusia.
Cabang – cabang Antropologi Budaya meliputi:
Arkeologi.
Merupakan cabang Antropologi Budaya yang mempelajari benda – benda peninggalan purbakala dengan maksud untuk menggambarkan serta menerangkan perilaku manusia karena dalam peninggalan – peninggalan purbakala itulah terpantul ekspresi dari suatu kebudayaan.
Antropologi Linguistik.
Ernest Cassirer mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mahir dalam menggunakan simbol – simbol sehingga manusia disebut homo symbolicum. Karena itulah manusia dapat berbicara, berbahasa dan melakukan gerakan – gerakan lainnya yang juga banyak dilakukan makhluk – makhluk lain yang serupa dengan manusia.
Etnologi.
Pendekatan Etnologi adalah Etnografi yang lebih memusatkan perhatiannya pada kebudayaan – kebudayaan zaman sekarang. berpusat pada perilaku manusia sebagaimana yang dapat disaksikan, dialami, serta didiskusikan secara langsung dengan pendukung kebudayaannya. Dengan demikian, Etnologi mirip dengan Arkeologi. Bedanya, Etnologi mengkaji tentang kekinian yang dialami dalam kehidupan sekarang, sedangkan Arkeologi mengkaji tentang kelampauan yang klasik
Tujuan dan Kegunaan Antropologi
Tujuan Antropologi.
1. Tujuan Akademis.
Antropologi ingin mencapai pengertian tentang makhluk manusia, pada umumnya dengan mempelajari anekawarna bentuk fisik, masyarakat serta budaya.
2. Tujuan Praktis
Antropologi ingin mempelajari manusia dalam aneka warna masyarakat dan suku bangsa untuk membangun masyarakat itu sendiri.
Definisi antropologi
Kebudayaan
Antropologi kebudayaan adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia yang berkaitan dengan kebudayaan dan peradaban yang dilahirkan.
Oleh karena itulah definisi antropologi budaya adalah suatu ilmu yang mempelajari segala kehidupan manusia mulai dari segi budaya, kegiatan sosial, cara berbahasa, dan lain sebagainya. Melalui pengertian tersebut, bisa dipahami bahwa antropologi budaya akan senantiasa mempelajari mengenai sifat kebudayaan dalam suatu lingkungan sosial masyarakat.
Dimana unsur kebudayaan tersebut meliputi semua hasil tingkah laku yang dilakukan manusia dan bisa dipelajari dengan baik dalam susunan kehidupan masyarakat.
Evolusi
Evolusi adalah perubahan secara perlahan-lahan dan bertahap yang berlangsung dalam waktu sangat lama. Evolusi menghasilkan perubahan bentuk menjadi lebih baik atau lebih kompleks. Evolusi dapat terjadi karena adanya variasi genetik dan seleksi alam. Variasi genetik pada dasarnya terjadi karena adanya mutasi gen, rekombinasi gen, hanyutan gen, dan aliran gen. Contoh lainnya, jerapah terlahir dengan bentuk fisik yang beragam, ada yang leher panjang, ada juga yang berleher pendek. Untuk bertahan hidup, jerapah akan memakan daun yang berada di puncak pohon.
Cultur area (daerah budaya)
Suatu daerah budaya merupakan, daerah geografis yang memiliki sejumlah ciri-ciri budaya, dan kompleksitas lain yang dimilikinya.
Enkulturasi
Enkulturasi adalah proses sosial yang dilakukan oleh seorang individu dalam mempelajari dan menyesuaikan pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem sosial terkait norma, tatanan sosial, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam sifat kebudayaannya. Dari penjelasan dapat dipahami bahwa enkulturasi ini ialah proses seorang individu yang dilakukan secara terus menerus, dan kelakuannya tersebut membentuk kebiasaan dan kebudayaan yang melakat pada kehidupannya di dalam masyarakat dengan elalui proses pembalajaran serta internalisasi sehingga hal ini memiliki manfaat untuk mencegah adanya konflik sosial yang terjadi. Sebagimana juga dalam akulturasi budaya dan asimilasi.
Difusi
Difusi adalah berpindahnya atau mengalirnya suatu zat dalam sebuah pelarut. Zat tersebut akan berpindah dari bagian konsentrasi tinggi ke bagian konsentrasi yang lebih rendah. Agar dapat tercipta proses difusi minimal dibutuhkan sebanyak dua zat yang pada salah satunya memiliki konsentrasi lebih tinggi atau bisa disebut belum setimbang.
Akulturasi
merupakan proses ataupun saling mempengaruhi dari satu kebudayaan asing yang berbeda sifatnya. Lambat laun unsur-unsur kebudayaan yang ada, diakomodasikan ke kebudayaan itu sendiri. Akan tetapi, masih memegang unsur kebudayaan aslinya.
Etnosentrisme
Etnosentrisme berarti penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai, dan standar budaya sendiri. Pemahaman seperti ini, dapat menghambat komunikasi antar-budaya.
Tradisi
Tradisi dalam kamus antropologi sama dengan adat istiadat, yakni kebiasaan-kebiasaan yang bersifat magsi-religius dari kehidupan suatu penduduk asli yang meliputi mengenai nilai-nilai budaya, norma-norma, hukum dan aturanaturan yang saling berkaitan, dan kemudian menjadi suatu sistem atau peraturan yang sudah mantap serta mencakup segala konsepsi sistem budaya dari suatu kebudayaan untuk mengatur tindakan sosial
Ras dan Etnik
Ras adalah kategori individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang sama. Sebuah ras seharusnya mencerminkan materi genetik bersama (diwariskan dari satunenek moyang), tapi pengamat awal malah menggunakan sifat phenotypical (biasanya warnakulit) untuk klasifikasi ras.
Etnik berarti kelompok sosial dalamsistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karenaketurunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Anggota-anggota suatu kelompok etnikmemiliki kesamaan dalam hal sejarah (keturunan), bahasa (baik yang digunakan ataupuntidak), sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi
Stereotip
Menurut Fred E. Jandt, dalam bukunya yang berjudul Intercultural Communication: An Introduction bahwa stereotip merupakan salah satu penghambat terjadinya komunikasi antarbudaya. Stereotip adalah persepsi terhadap seseorang berdasarkan kelompok mana orang itu dikategorikan atau berdasarkan keyakinan tertentu.
Kekerabatan
Menurut Malinowski, keluarga atau kekerabatan merupakan suatu institusi domestik yang bergantung pada afeksi. Selain itu, konsep kekerabatan juga ingin menegaskan bahwa tujuan dari keluarga adalah membesarkan anak.
Magis
Menurut antropolog J.G Frazer, dalam karyanya yang berjudul Golden Bough, magis berarti penerapan yang salah dalam dunia materiil. Dunia materiil ini mendukung adanya pemikiran terkait dunia yang semu. Magis sering dikatakan erat hubungannya dengan sihir, kata tersebut semula berarti imam, sehingga aneh sekali bila magis berhubungan dengan sihir sebab sihir termasuk perbuatan yang sangat tidak baik. Namun magis justru berarti ilmu sihir. Sebenarnya menurut kepercayaan masyarakat primitif pengertian magis lebih luas daripada sihir, karena yang dikatakan magis menurut kepercayaan mereka adalah suatu cara berfikir dan suatu cara hidup yang mempunyai arti lebih tinggi daripada apa yang diperbuat oleh seorang ahli sihir.
Tabu
Pantangan atau pantang larang adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak diinginkan oleh suatu kelompok, budaya, atau masyarakat. Tindakan Tabu atau pantangan ini di masyarakat Sunda dikenal dengan sebutan pamali. Pelanggaran tabu biasanya tidak dapat diterima dan dapat dianggap menyerang.
Perkawinan
Secara umum, konsep perkawinan mengacu pada konsep formal pemaduan hubungan 2 (dua) individu yang berbeda jenis dan dilakukan secara seremonial-simbolis, serta semakin dikaraterisasi oleh adanya kesederajatan, kerukunan, dan kebersamaan dalam hidup berpasangan. Di sebagian besar tradisi, perkawinan juga dimaknai sebagai proses institusi sosial dan wahana untuk mengembangkan keturunan.
Keren ka
BalasHapusTerimakasih kk 😘
HapusMantap penjelasannya
BalasHapusTerimakasih kk 😘
HapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih kk 😘
HapusMantap👍
BalasHapusMantap, dan bermanfaat kak👍
BalasHapusLanjutkan
BalasHapusTks ..terus berbagi yaa
BalasHapusKeren kak tulisannya, semangat terus ya kak untuk menulis.
BalasHapus